Sabtu, 31 Januari 2015

OSI Layer


Model OSI terdiri dari 7 Layer

· Application
· Presentation
· Session
· Transport
· Network
· Datalink
· Physical

Cara kerja OSI Layer :

Ketika data di transfer melalui jaringan, sebelum data terseburt harus melewati ketujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer Aplikasi sampai layer physical, kemudian di sisis penerima, data tersebut melewati layer physical sampai pplication. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahjkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dilepaskan sesuai dengan layernya.

Model OSI
tujuan utaman penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 Layer, dengan karakteristtik dan fungsintya masing masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui sederetan protocol dan standar.

Fungsi masing-masing dari tiap layer pada OSI :

· Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

· Presentation
Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).

· Session
Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

· Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

· Network

Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.

· Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).

· Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Sharing Koneksi Internet Modem Dengan WIFI

Yang pertama di lakukan adalah sharing terlebih dahulu koneksi internet nya. Caranya sebagai berikut.
1. Buka Network and Sharing Center. Bisa melalui Control Panel --> Network and Internet --> Network and Sharing Center, atau juga dengan cara klik kanan icon network yang adadi pojok bawah kemudian pilih open Network and Sharing Center.

2. Setelah itu akan terlihat adapter yang statusnya terhubung ke internet. Dalam gambar ini adalah adapter modem yang saya beri nama "niko". Klik adapter tersebut "niko", kemudian pilih Properties.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

3. Akan terbuka jendela baru. Pada bagian menu, pilih tab sharing.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)



4. Pada tab sharing, beri cek-box pada opsi "Allow other network .... ".


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

5. Kemudian pada bagian Home networking connection, pilih adapter Wireless Network Connection. Karena kita akan sharing koneksi internet-nya melalui jaringan wireless.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

6. Setelah semua selesai, klik OK.

Setelah selesai sharing koneksi internet, selanjutnya kita akan membuat jaringan baru untuk koneksi ke perangkat lain. Jaringan ini disebut AdHoc.

1. Seperti tadi, masuk ke Network and Sharing Center. Kemudian klik Set Up a Connection or Network.

2. Akan terbuka jendela baru. Kemudian pilih Set up a wireless ad hoc (yang paling bawah). Jika sudah klik next.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

3. Pada bagian ini klik saja next.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

4. Masukan Network name, secutiry type, dan security key yang Anda inginkan. Apabila di jaringan AdHoc Anda tidak ingin diproteksi dengan security key (password), pada security type pilih opsi No Authentication (Open). Jika sudah klik next.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

5. Kemudian akan mucul konfirmasi bahwa jaringan AdHoc yang kita buat tadi sudah siap digunakan.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

6. Pada bagian network icon di pojok bawah, kita bisa lihat jaringan AdHoc Pintar Komputer yang bisa diakses oleh perangkat lain.


Cara Mudah Sharing Koneksi Internet Modem USB Melalui Wifi Laptop (AdHoc)

Sharing File Dengan Wireless

Hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu mengaktifkan wireless pada masing-masing PC yang biasanya tombol tersebut berada disisi kanan atau kiri atas keyboard.








Langkah Pertama (hanya pada PC 1)

1. Klik Srart >> Control panel >> Network and Internet >>  Network and sharing Center. Sehingga tampilannya akan tampak seperti gambar dibawah ini. Klik Set up a new connection or network
2. Pilih Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network, klik Next untuk melanjutkan.
 3. Klik next untuk melanjutkan
4. Isi network name dengan My wireless atau nama lain sesuai dengan keinginan, Isi Security type dengan WPA2-Personal, Security key dengan 12345678 atau angka sembarang yang mudah diingat. Contreng Hide characters jika ingin menyembunyikan password dan abaikan jika ingin menampilkannya.
Jika menginginkan setting-annya tersimpan contreng save this network sehingga tidak membuat ulang dari awal jika ingin transper file dilain waktu. Jika sudah selesai klik next untuk melanjutkan.

 5. Jika semua tahapan telah selesai dan dilakukan dengan benar maka akan munul tampilan seperti gambar dibawah ini. Disana tercantum nama dan password yang telah berhasil dibuat. Klik close untuk menutupnya.
6. Klik tanda yang dilingkari warna kuning (terdapat di taskbar sebelah kanan) sehingga muncul  nama wireless network yang telah dibuat, lalu klik connect.
Pada PC 2:
Pada PC 2 Klik tanda yang dilingkari warna kuning terletak di taskbar sebelah kanan (lihat gambar diatas) sehingga muncul  nama wireless network yang telah dishare dari PC 1, lalu klik connect dan masukan password seperti yang telah dibuat di PC 1.
 Langkah pertama selesai….

Sekarang tinggal langkah kedua.  (Pengaturan pada PC 1 dan 2).
1. Kembali kik tanda wireless yang terletak dipojok kanan bawah dan pilih open network and sharing center >> wireless network connection >> properties >> Internet protocol version 4 (TCP/IPv4) >> properties lagi. 
Pada PC 1: Pilih Use the following IP address. Pada IP address isi dengan 192.168.0.1, tempatkan kursor pada kolom subnet mask sehingga akan terisi angka otomatis seperti pada gambar. Isi Preferred DNS server dengan IP address PC 2 yaitu 192.168.0.2 (jika tidak diisi juga tidak apa-apa). Klik Ok untuk menyelesaikannya (lihat pada gambar disamping)
Pada PC 2: Masukan IP address dengan 192.168.0.2, dan tempatkan kursor pada kolom subnet mask sehingga akan terisi angka otomatis seperti pada PC 1. Klik Ok.(Prefered DNS server jangan diisi).
Ok, langkah pengaturan IP address selesai,


Langkah ketiga
1. Pada PC 1: Coba buka windows explorer sobat kemudian pilih salah satu polder yang ingin di share, klik kanan pilih share with >> specific people.
Ikuti tahap demi tahapnya seperti gambar disamping.
2. Pada PC 2: Buka windows explorer klik network maka disana akan terdapat folder yang dishare dari PC 1.
Nah kalo udah gini pasti bisa meng-copy file dari PC 1 atau mem-paste file ke polder tersebut untuk diberikan pada PC 2.

Sharing File Dengan Kabel Jaringan

Menghubungkan Dua Komputer Menggunakan Kabel UTP (Peer To Peer)

 1.) Pasang kabel UTP pada kedua komputer, lalu klik icon komputer seperti gambar dibawah lalu klik Open network and sharingcenter —> Pada tab disebelah kiri klik Change adapter settings —> Klik kanan pada “Local Area Connection” —> Properties —> klik 2 x pada internet protocol version 4 (TCP/IP V6) —> ubah settingannya menjadi “Use the following IP address” —> Lalu masukan IP address yang ingin digunakan pada komputer pertama disini saya menggunakan 192.168.1.1 (lihat pada gambar yang saya lingkari) , angka 1 yang terakhir harus berbeda dengan komputer lain misalnya pada komputer dua  IPnya 192.168.1.2 kemudian OK (LBEIH JELASNYA LIHAT GAMBAR) :)
1
2.) kembali lagi ke Open Network And Sharing Center —> klik change advanced settings Kemudian ubah settingannya menjadi : Network discovery (Turn On) , File and printer sharing (Turn On) , Public folder sharing (Turn On) , File sharing connection (Enable) , Password protected sharing (Turn Off) —> klik save changes
2
3.) klik windows firewall —> klik turn windows firewall on or off —> ubah settingannya menjadi off semua (lihat pada gambar dibawah) :)
3

4.) kemudian ketikkan CMD pada Start menu lalu enter, jika sudah muncul kotak dialognya ketikkan ” cd/ ” lalu ketikkan ” Ping 192.168.1.2 ” untuk komputer pertama dan untuk komputer kedua ketikkan ” Ping 192.168.1.1 ” kenapa? karna kita harus menghubungkan IP adress komputer satu dan yg lainnya. jika sudah mucul seperti ini : CONTOH!!!
koneksi komputer ke komputer 5
5.) sekarang tentukan file yang akan anda kirimkan jika sudah klik kanan pada file yg akan anda kirimkan lalu pilih share with —> specific people, ubah type a name menjadi EVERYONE lalu klik ADD klik Share kemudian DONE
OKE SEKARANG anda sudah berhasil menghubungkan 2 komputer menggunakan kabel UTP.

Teknik Pengkabelan Jaringan Komputer


Pengenalan Jaringan 
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.
Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.
Ciri-ciri jaringan komputer:
  1. berbagi perangkat keras (hardware).
  2. berbagi perangkat lunak (software).
  3. berbagi saluran komunikasi (internet).
  4. berbagi data dengan mudah.
  5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
1. Komponen Fisik
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
2. Komponen Software
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan

Tipe Pengkabelan
Untuk dapat menghubungkan device yang satu dengan device yang lain, maka dibutuhkanlah media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk dapat menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara umum, media tersebut adalah: kabel (wired) dan nirkabel (wireless).
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Windows, yaitu:
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.
Ada 4 jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu:
1. Kabel koaksial
Kabel koaksial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.Beberapa jenis kabel koaksial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
4. Kabel Serat Optik (Fiber Optic)
Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.
Prosedur Pembuatan Kabel Straight and Cross-Over
Kabel Straight
1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2. Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini: 
1
3. Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan. 4. Setelah kabel dimasukkan ke kou nektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat. 5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester atau lan tester.
6. Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut,
Kabel Cross-Over
1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel. 2. Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar di bawah ini.
Kabel Cross-Over
3. Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4. Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat. 5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester atau lan tester.
6. Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebu

Jaringan Komputer Dasar



Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Setiap komputer, printer, atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node.

  •      Beberapa manfaat dari jaringan komputer, antara lain :
1. Resource Sharing Yaitu Penggunaan sumber daya yang ada secara bersam-sama.
2. Dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi. (Handal, Stabil)
3. Dapat menghemat peralatan yang harus digunakan. Sarana Komunikasi Dapat dimanfaatkan oleh perusahaan atau organisasi untuk berkomunikasi.
  •        TOPOLOGI JARINGAN

Topologi jaringan adalah pola hubungan komputer dalam satu jaringan :

Topologi Star

Topologi Ring

Topologi BUS

Topologi Tree
   
  •       TOPOLOGI STAR
 
  •      Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).

  •       Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.

  •      Sangat mudah dikembangkan.

  •     Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  •      Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
KELEBIHAN TOPOLOGI STAR:

1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
2. Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
3. Sangat mudah dikembangkan.
4. Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
5. Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
  
KEKURANGAN TOPOLOGI STAR:

1. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
2. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan kabel daripada topologi jaringan yang lain.
3. Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
4. Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
  •       TOPOLOGI RING 
 
1. Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
2.  Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
3.  Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
  •       KEUNTUNGAN TOPOLOGI RING:
1.  Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya   collision dapat dihindarkan.
2. Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.

3. Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.

4. Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

  •        KEKURANGAN TOPOLOGI RING :

1. Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.

2. Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.

3. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
  •      TOPOLOGI BUS

  •       Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.

  •       Sangat sederhana dalam instalasi.

  •       Sangat ekonomis dalam biaya.

  •      Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.

  •       Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah T connector pada setiap ethernet card.

  •       Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.


  • KEUNTUNGAN TOPOLOGI BUS:

1. Topologi yang sederhana.

2. Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain.

3. Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.

4. Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.
  •  KEKURANGAN TOPOLOGI BUS:

1. Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
2. Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar. 
3. Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.

4. Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
  •     TOPOLOGI TREE
 
  •       Disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.

  •       Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda.

  •       Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi.

  •       Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

¨Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya.

1. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.

2. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.

3. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
 
  •     TIPE JARINGAN 

Tipe jaringan dalam kehidupan sehari-hari dibedakan  
menjadi 3 macam, yaitu:


a. Jaringan berbasis server adalah dengan adanya server 
    di dalam sebuah  jaringan yang menyediakan mekanisme
    pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut.
 

b. Jaringan peer to peer berfungsi sebagai client dan server
    sekaligus. Jaringan ini digunakan di sebuah kantor kecil
    dengan jumlah komputer sedikit.

c. Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada dua 
    tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dapat
    mengakses sumber daya yang di-share oleh jaringan
    peer to peer, dan juga dapat memanfaatkan sumber
    daya yang disediakan oleh server.